LINTASSULUTNEWS.COM,MINAHASA — Banjir informasi di era digital menjadi tantangan serius bagi masyarakat. Kecepatan informasi yang beredar melalui media massa dan media sosial, jika tidak diimbangi kemampuan memilah dan memverifikasi, berpotensi membuat publik terjebak dalam informasi keliru.
Pesan itu disampaikan Direktur Utama Media Online Jejaksulut.com, Mejer Lumantow, SE, saat tampil sebagai pemateri Bimtek Literasi Informasi Dinas Perpustakaan Kabupaten Minahasa, Selasa (22/9/2026).
Mejer menegaskan, literasi media bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, tetapi menjadi kebutuhan masyarakat di tengah derasnya arus informasi.
Publik dituntut tidak langsung mempercayai setiap informasi yang muncul, melainkan mampu menyeleksi, memfilter dan memastikan kebenarannya sebelum menerima maupun menyebarkannya.
“Arus informasi yang kita terima sangat banyak, cepat, dan sporadis. Untuk itulah literasi media menjadi benteng pertahanan bagi masyarakat agar bersikap jauh lebih kritis terhadap isi media maupun konten,” tegas Mejer di hadapan peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, pustakawan dan pegiat literasi se-Kabupaten Minahasa.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami peran pers dalam menyediakan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, berita jurnalistik harus menjadi salah satu rujukan karena proses kerja pers memiliki pedoman dan Kode Etik Jurnalistik. “Mari jadikan literasi media sebagai pilar mewujudkan masyarakat cerdas bermedia sosial,” ajaknya.
Bimtek yang berlangsung 21–22 September 2026 di Gedung Dinas Perpustakaan Minahasa tersebut menghadirkan sejumlah narasumber.
Selain Mejer Lumantow, materi juga disampaikan Kepala Biro Minahasa Menguninews.com, Glendy Walujan, S.Pd., dengan moderator William Goni. Kegiatan dibuka Kepala Dinas Perpustakaan Minahasa, Ria Suwarno, didampingi Kepala Bidang Olviane Pelealu, dan berlangsung interaktif hingga sesi tanya jawab.(ARA)
