LINTASSULUT,MINAHASA — DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) bergerak memperkuat kendali organisasi di Kabupaten Minahasa. Jandi Oklen Waleleng, SH, MH, resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Minahasa, Selasa (13/10/2026) sore. Penyerahan SK oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD I Golkar Sulut, Apler Bentian, di Kantor DPRD Minahasa, menjadi penanda dimulainya babak konsolidasi baru partai berlambang pohon beringin itu. Kini, tantangan di depan mata bukan sekadar menjaga roda organisasi tetap berputar, melainkan memastikan Golkar kembali memiliki daya tawar dalam percaturan politik Minahasa.

Apler Bentian menegaskan, penunjukan Plt dilakukan karena masa kepengurusan DPD II Golkar Minahasa periode 2020–2025 yang dipimpin Adrie Kamasi telah berakhir dan sebelumnya diperpanjang hingga Oktober 2026. Ia memastikan pergantian tersebut bukan bentuk evaluasi negatif terhadap kepemimpinan sebelumnya, tetapi langkah organisatoris untuk menjamin kesinambungan partai. “Dalam rangka konsolidasi organisasi, kami menunjuk Plt kepada Pak Oklen yang merupakan salah satu kader terbaik Golkar Minahasa,” ujar Bentian. Penegasan ini sekaligus menempatkan konsolidasi sebagai agenda mendesak DPD I dalam menata kembali kekuatan Golkar di tingkat kabupaten.
Sorotan berikutnya tertuju pada Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Minahasa yang ditargetkan berlangsung pada 2026. DPD I Golkar Sulut memberikan tanggung jawab kepada Plt Ketua untuk mempersiapkan agenda tersebut, termasuk aspek teknis pelaksanaannya. Musda bukan hanya agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum menentukan arah dan kekuatan Golkar ke depan. Karena itu, kepemimpinan sementara Oklen akan diuji melalui kemampuannya menjaga soliditas kader, meredam potensi perbedaan internal, dan memastikan proses menuju kepengurusan definitif berlangsung sesuai mekanisme partai.
Oklen sendiri langsung memasang target politik yang tegas. Ia tidak ingin Golkar Minahasa sekadar hadir dalam setiap kontestasi tanpa memiliki pengaruh menentukan. “Golkar Minahasa harus jadi penentu, bukan jadi penonton pada Pileg, Pilpres dan Pilkada,” tandasnya. Pernyataan tersebut menjadi tantangan terbuka bagi seluruh jajaran partai untuk membuktikan bahwa Golkar masih memiliki kekuatan politik yang diperhitungkan. Untuk menopang tugasnya, Oklen telah menunjuk Oktesi Runtuh sebagai Plt Sekretaris DPD II Golkar Minahasa. Konsolidasi struktur dan penyatuan langkah kader menjadi pekerjaan awal yang tidak bisa ditunda.
Di tengah agenda penataan internal, Oklen memastikan aktivitas partai tidak akan mengganggu tugas kedewanan anggota DPRD Minahasa, khususnya mereka yang tergabung dalam Fraksi Golkar. “Aktivitas organisasi dan tugas kedewanan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada pengaruh. Semua berjalan dengan bagus dan aman,” katanya. Namun, kelancaran administrasi dan organisasi saja belum cukup untuk menjawab tantangan politik yang dihadapi Golkar. Ukuran keberhasilan kepemimpinan Plt nantinya akan terlihat dari soliditas kader, kesiapan menghadapi Musda, serta kemampuan membangun kekuatan politik yang nyata di tengah masyarakat.
Oklen menegaskan tekadnya mengembalikan kejayaan Golkar di Minahasa. Ia juga menyatakan akan mengikuti agenda Musda mendatang sebagai kader partai, di tengah kemungkinan kontestasi pemilihan ketua definitif. Meski demikian, fokus utamanya saat ini adalah menuntaskan mandat DPD I dan mempersiapkan partai menghadapi agenda politik berikutnya. “Saya bertekad mengembalikan kejayaan Golkar di Minahasa menjadi semangat dalam menjalankan tugas sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Minahasa. Golkar bukan hanya jadi penonton, tapi jadi penentu. Artinya, Golkar siap memenangkan kontestasi Pileg, Pemilu dan Pilkada,” tegasnya. Kini, tantangan bagi kepemimpinan baru itu jelas: membuktikan bahwa tekad mengembalikan kejayaan Golkar bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang terukur.(ARA)
